
Gorontalo, 15 Oktober 2024-50 mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang berasal dari lima fakultas mengikuti kegiatan Pembekalan Krida Aktivis Kampus, yang merupakan bagian dari Parade Pidato Penguasaan Bahasa Negara. Acara ini dilaksanakan di Ruangan Training Pusat Pengembangan Bahasa IAIN dan menghadirkan narasumber dari Kantor Bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kegiatan yang berlangsung dengan meriah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pidato menggunakan bahasa negara dengan baik dan benar. Pembekalan ini juga menjadi wadah bagi para aktivis kampus untuk memperkuat peran mereka dalam menjunjung nilai-nilai kebahasaan, sekaligus mempromosikan bahasa sebagai alat komunikasi yang efektif dan beretika.
Dalam sambutannya, Abdul Kadir Ismail, S.Pd., M.Hum., yang mewakili Kepala Pusat Pengembangan Bahasa IAIN, menegaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan di masyarakat melalui penguasaan keterampilan berbahasa yang mumpuni. “Penguasaan bahasa negara merupakan fondasi penting bagi mahasiswa dalam menyampaikan ide mereka secara jelas, tegas, dan berbobot, baik di forum akademis maupun dalam kehidupan sosial,” ucapnya.

Narasumber dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Dr. Lukman Kasim, M.Pd., memberikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam mengikuti parade pidato tersebut. Ia menekankan pentingnya menguasai bahasa negara sebagai bentuk cinta tanah air sekaligus alat pemersatu bangsa. “Kemampuan berbahasa yang baik bukan hanya penting dalam dunia akademik, tapi juga dalam keseharian. Bahasa mencerminkan kepribadian, dan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menunjukkan keterampilan tersebut,” ujarnya.
Peserta acara ini terdiri dari mahasiswa berbagai program studi, termasuk Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam, Tadris Bahasa Inggris, Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Perbankan Syariah. Mereka mendapatkan berbagai materi mengenai teknik berpidato, etika komunikasi, serta penggunaan tata bahasa yang baik dan benar.

Fitri Ayu Ramadhani, salah satu peserta dari Fakultas Syariah, menyampaikan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya merasa lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum setelah mengikuti pembekalan ini. Pemahaman saya tentang pentingnya penggunaan bahasa negara juga semakin mendalam,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian program pengembangan keterampilan berbahasa di lingkungan kampus IAIN, serta menjadi momen penting dalam melahirkan aktivis kampus yang unggul dalam penguasaan bahasa negara.

