web analytics

Jumat, 16 Desember 2022

Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan Training Proofreading Riset Kebahasaan dan Multi Disiplin Ilmu Menghasilkan Artikel Ilmiah SCOPUS pada Jumat, 16 Desember 2022. Kegiatan yang turut diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa Magister tersebut mengangkat tema Cara Mudah Mentukan Topik, Judul, dan Keywords; Seleksi Journal dan Tips & Trik Publish Journal Terindeks Scopus; dan Submit Preparation, Editing Template dengan narasumber Dr. Jumintono Suwardi Joyyo Sumanto, M.Pd. Founder Rumah Scopus Yogyakarta, dan Dr. Rosmiati, S.Si.,M.Sc. peneliti di Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia.

Beliau mengawali pembicaraan dengan melontarkaan sebuah pertanyaan “Apa Itu Scopus?” Scopus bak mobil mewah seperti BMW, Alphard, dan sejenisnya yang dibuat dengan sangat rumit dan sangat kompleks untuk diperbaiki ketika terjadi kerusakan. Tujuannya supaya pengendara merasa mudah dan nyaman. Begitu juga dengan Scopus, kita diajak oleh dunia untuk mengendarai mobil termewah bernama Scopus, karena memiliki kualitas yang tinggi untuk dijadikan sebagai referensi dan mudah dicari oleh peneliti. Beliau juga menambahkan “saya sudah tidak tertarik dengan SINTA karena sinta bekasnya Rama” guyon beliau.

Lebih jauh beliau memaparkan cara melacak artikel melalui Website Scopus. Peneliti hanya perlu membuka chrome, lalu ketik scopus.com di kolom pencarian, maka akan langsung disuguhkan dengan halaman utama website tersebut. Selanjutnya peneliti hanya perlu memasukan keywords artikel yang dicari pada kolom pencarian dan melakukan penyortiran dengan klik all open access (bebas diakses), gold (artikel paling banyak disitasi), dan hybrid (artikel berpotensi bagus). Kemudian pilih artikel yang terbit 3 tahun terakhir, lalu ceklis article, review, dan journal, lalu klik “limit to” yang ada di bagian kiri atas halaman website. Peneliti dapat melanjutnya dengan melihat abstrak dari berbagai artikel yang tampil, lalu ceklis artikel yang ingin didownload.

Untuk dapat melakukan hal tersebut, peneliti harus berlangganan Scopus. Tetapi peneliti tidak perlu khawatir, pelacakan terhadap artikel terindeks Scopus dapat dilakukan melalui website lain seperti sciencedirect.com, researcher, dan Mendeley.com. Walaupun dalam situs tersebut tidak semua artikel yang tampil terindeks Scopus, tetapi dengan cara tertentu dapat disortir dan dilihat yang paling banyak disitasi.

Ibu Dr. Rosmiati, S.Si.,M.Sc. sebagai peneliti di Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia. Dalam pemaparannya menyampaikan berbagi pengalaman dengan para peserta dengan apa yang beliau alami selama meneliti dan melakukan riset untuk masuk di scopus, belaiau menambahkan bahwa, bnyak sekali tools yang digunakan dalam upaya untuk mempermudah peneliti atau periset dalam melakukan penelusuran artikel dan dalam mendukung karya ilmiah yang akan di submit di jurnal yang terindeks scopus.

Menarik sekali apa yang dituturkan oleh kedua narasumber dan mampu memacu semangat peneliti untuk submit di journal terindeks Scopus. Bahwasanya tidak ada tips dan trik khusus untuk dapat menembus Scopus. Peneliti hanya perlu membuat paper dengan judul yang jelas dan hidup yang disusun dari referensi yang terbaik, serta menggunakan Bahasa Inggris yang baik. Skill Bahasa Inggris peneliti yang terbatas tidak dapat dijadikan sebagai problem untuk submit artikel di Scopus, peneliti dapat memanfaatkan berbagai aplikasi seperti Grammerly yang memiliki kemampuan untuk mengkoreksi tata Bahasa, mengeleminir kata yang tidak penting, mengganti pengulangan kata dengan sinonim, dan mendesain kalimat lebih menarik.

Era digital dengan perkembangan teknologi yang terus berlari membuat semuanya tergantung pada keterampilan ujung jari peneliti. Tidak ada problem yang tidak dapat dipecahkan selama ada tekad sekuat baja. Termasuk dalam membuat paper penelitian yang dalam penulisan pertama akan memeras keringat dan pikiran bahkan menghabiskan waktu berbulan-bulan. Tapi setelah itu peneliti dapat menelurkan satu paper dalam sehari.

Dalam kegiatan tersebut dibuka oleh wakil rektor II IAIN Sultan Amai Gorontalo Bapak Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd. dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa, dalam rangka memperkuat riset-riset dosen maka diharapkan agar para peserta terutama dosen dan mahasiswa pascasarjana agar mengikuti kegiatan ini sampai selesai agar apa yang didapatkan di tempat ini dapat dijadikan referensi untuk pengembangan riset dosen kedepannya. Beliau juga menambakan agar Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia melalui ibu Ros dapat menjalin kerjasama dengan Kampus IAIN dalam pengembangan riset dosen di kampus IAIN Gorontalo. Pada kegiatan ini pula diadakan penandatanganan MOU pihak Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan Rumah Scopus Indonesia.

 

 

Penulis Berita:

Febri Hakeu

Posted by: @dmesh

TOP