web analytics

Gorontalo, 22 Mei 2023. IAIN Sultan Amai Gorontalo, dipercayakan menjadi tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan, ke- 16, bertempat di bumi perkemahan kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo. Untuk menyemarakkan kegiatan ini, pihak panitia mencanangkan maskot Te Ryman, maskot ini merupakan akronim dari (Religious, Youth, Moderate, Active, Nationalist).  

Arti Nama:
”Te Rayman” adalah Sosok Pemimpin pemuda yang memiliki jiwa Religious, Berwibawa, Tegas, Disiplin, memiliki perilaku yang Moderat. Aktif melakukan kerja-kerja sosial dan penuh dengan Ketulusan, Kejujuran, Setia mengabdi untuk negeri serta memiliki jiwa Nasionalis tinggi.

Bentuk Maskot:
Seekor Hiu Paus yang berdiri dan menggunakan tudung di kepala dan mengenakan kemeja pramuka serta sarung model Takowa bermotif Krawang ciri khas Gorontalo sembari memegang alat musik di tangan kanannya.

”Hiu Paus” melambangkan beberapa filosofi hidupnyang erat dengan ”Trisatya dan Dasadharma Pramuka”, diantaranya; (1) Berhati lembut meskipun berbadan raksasa; dengan tubuh besar dan mampu menelan sesuatu yang besar seperti manusia dan ikan besar lainnya, tapi nyatanya hiu paus malah suka berteman dengan manusia.

(2) Memiliki sikap menghargai dilihat dari caranya memilih sumber makanan udang-udang kecil, plankton, algae serta ikan-ikan kecil.

(3) Saling menyayangi dan menghargai sesama hiu paus lainnya, tidak sombong, dan suka bergaul, berenang bersama, mencari makanan bersama. Bahkan dengan sesama ikan lainnya. Hal ini menggambarkan Toleransi, Suka menghargai dan tidak sombong.

Aksesoris Kepala ”Makuta”:
Begitu orang Gorontalo menyebutnya. Sebuah hiasan kepala yang berbentuk mirip dengan bulu Unggas. Tudung Makuta merupakan aksesoris tutup kepala yang menjadi suatu keunikan pakaian adat Gorontalo. Bentuk dari tutup kepala ini terkulai kebelakang dan menjulang tinggi.

Tudung Makuta juga memiliki nama lain dalam bahasa daerah Gorontalo yakni “Laapia Bantali Sibli”. Makuta adalah sebuah aksesoris kepala yang menjadi suatu keunikan pakaian adat Gorontalo terutama pada pakaian adat laki-laki. Aksesoris kepala pada laki-laki ini melambangkan filosofis sifat seorang Suami. Suami merupakan pemimpin keluarga, maka dari itu dia wajib memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, berwibawa dan tegas. Namun juga harus memiliki sifat yang lembut dibalik kewibawaan dan ketegasannya.

Benda Yang Dipegang Maskot:
Sesuatu yang dipegang di tangan kanan maskot merupakan alat musik khas Gorontalo yang terbuat dari seruas bambu yang sudah kering dan alat musik ini berbunyi sangat nyaring. Alat musik ini digunakan oleh penduduk asli Gorontalo untuk para petani menghibur diri saat tengah menanam padi di sawah dan digunakan sebagai tanda waktu berbuka puasa maupun ketika sahur di bulan suci Ramadhan.

Pakaian Maskot:
Mengenakan Kemeja Pramuka dan Sarung model Takowa bermotif Krawang ciri khas Gorontalo.

Warna Maskot:
Terdapat beberapa warna yang ada pada maskot. Adapun filosofi dari warna-warna tersebut adalah: Warna Putih, secara filosofis menggambarkan Kesucian, Ketulusan, Kebaikan dan Kebersihan. Warna Abu-Abu, secara filosofis menggambarkan Serius, Disiplin dan Konsisten. Warna Hitam, secara filosofis menggambarkan Berwibawa, Tegas Disiplin, Keteguhan dan Ketaqwaan kepada Tuhan. Warna Kuning Keemasan, secara filosofis menggambarkan Kebesaran, Kemuliaan, Kesetiaan, serta Kejujuran.

TOP