web analytics

Gorontalo, 3 Juli 2024 – Pusat Pengembangan Bahasa kembali mengadakan Training Literasi Bahasa Internasional dengan agenda Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Gorontalo dan diikuti oleh 32 orang peserta dari berbagai Jurusan di Lingkungan Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo.

UKBI Adaptif Merdeka, yang dikembangkan oleh Badan Bahasa Kemdikbudristek, menjadi alat utama dalam mengukur kemahiran berbahasa para peserta. Ujian ini menguji kemampuan mendengar, merespons kaidah, dan membaca. Alat uji ini sangat bermanfaat untuk mengukur tingkat literasi mahasiswa, memastikan mereka memiliki kompetensi berbahasa Indonesia yang memadai.

Acara ini dimulai dengan pembukaan resmi yang diadakan di Ruangan Training Pusat Pengembangan Bahasa. Pembukaan ini dipimpin oleh Dr. Lukman Arsyad, M.Pd, selaku Wakil Rektor III IAIN Sultan Amai Gorontalo. Hadir pula dalam acara tersebut Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Dr. Damhuri, M.Ag, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta Nurlaela Sabubu, perwakilan dari Balai Bahasa Provinsi Gorontalo.

Selain menguji kemahiran, setiap peserta yang mengikuti UKBI Adaptif Merdeka juga akan mendapatkan sertifikat digital yang bisa langsung diunduh ketika selesai mengikuti tes yang mencantumkan nilai dan deskripsi predikat kemahiran berbahasa mereka. Sertifikat ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan berbahasa tetapi juga dapat menjadi nilai tambah dalam dunia pendidikan dan profesional. Hasil dari Tes UKBI enam di antaranya berhasil meraih predikat “Sangat Unggul”.

Mahasiswi jurusan Tadris Bahasa Inggris, Agusdayanti, memperoleh skor tertinggi dengan nilai 672. Disusul oleh Siti Rahma Alfalah, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Arab, dengan skor 666. Nicky B. Lasanggo, mahasiswa jurusan yang sama, berada di posisi ketiga dengan skor 660. Selain itu, Nindi Nur Sarifah dari jurusan Tadris Bahasa Inggris memperoleh skor 655. Ahmad Mumtaz Pakaya, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab, mencatatkan skor 654. Terakhir, Nur Rahmawati Paneo, juga dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab, memperoleh skor 653.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, Pusat Pengembangan Bahasa memberikan beasiswa kepada tiga peserta dengan skor tertinggi, yaitu Agusdayanti, Siti Rahma Alfalah, dan Nicky B. Lasanggo. Para peserta yang meraih predikat “Sangat Unggul” menunjukkan komitmen dan dedikasi yang tinggi dalam menguasai Bahasa Indonesia. Keberhasilan mereka tidak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga lembaga pendidikan yang menaungi mereka.

Acara ini diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan literasi bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, serta memperkuat kerja sama antara institusi pendidikan dengan Balai Bahasa Provinsi Gorontalo dalam memajukan budaya literasi nasional.

TOP