
Enam mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo turut serta dalam kegiatan *Pembekalan Krida Aktivis Kampus*, yang merupakan rangkaian dari Parade Pengutamaan Bahasa Negara Tahun 2024. Acara ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 7-8 Oktober 2024, bertempat di Hotel Fox Gorontalo, dan diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo.
Mahasiswa yang berpartisipasi berasal dari berbagai jurusan, di antaranya Vivilia Mokoagow dari Jurusan Pendidikan Agama Islam, Athira Amelia Ismail, Muhammad Zaki, serta Abdul Latif Usman dari Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Selain itu, ada pula Mohamad Dinar Tilamuhu dari Jurusan Tadris Bahasa Inggris, dan Fitri Ayu Ramadhani dari Jurusan Hukum Keluarga.
Acara pembekalan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Gorontalo, Ahmad Nawari, S.Pd., M.A. Dalam pidatonya, beliau menyoroti peran penting mahasiswa sebagai pelopor dalam mengutamakan bahasa Indonesia, baik di kampus maupun di tengah masyarakat. “Mahasiswa sebagai intelektual muda harus mampu menjadi contoh dalam menjaga dan mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Harapan kami, melalui kegiatan ini, para peserta dapat semakin mahir dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan,” ungkap Ahmad Nawari.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menerima berbagai materi tentang pentingnya bahasa negara serta keterampilan komunikasi, khususnya dalam berpidato. Pada hari terakhir, peserta diminta untuk membuat naskah pidato yang kemudian disampaikan di depan sesama peserta. Selain itu, panitia juga memberi kesempatan kepada perwakilan kampus untuk mempraktikkan kemampuan mereka dalam berpidato.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan mahasiswa keterampilan komunikasi yang lebih baik sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Para mahasiswa dari IAIN Sultan Amai Gorontalo mengungkapkan antusiasme mereka dan merasa bahwa acara ini sangat bermanfaat, terutama dalam mengasah kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.
“Pembekalan ini sangat berguna. Kami tidak hanya mempelajari pentingnya pengutamaan bahasa, tapi juga dilatih cara berpidato yang baik. Hal ini pasti akan sangat membantu dalam kehidupan kampus maupun di tengah masyarakat,” ujar salah satu peserta.
Dengan diadakannya kegiatan ini, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo berharap para mahasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam mengutamakan bahasa negara, sekaligus menyebarkan semangat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan kampus mereka masing-masing.
