
Gorontalo, 8 November 2025 — Ujian Seleksi Timur Tengah yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo berlangsung dengan sukses dan penuh antusiasme pada hari Sabtu, 8 November 2025, di Ruangan Training Pusat Pengembangan Bahasa. Seleksi ini dipandu langsung oleh dua narasumber utama, yakni Syekh Yousif Abdul Mannan, M.A. dan Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, yang keduanya merupakan pakar bahasa Arab dan pendidikan internasional dengan pengalaman luas di kawasan Timur Tengah.
Ujian ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan nasional yang terkoordinasi oleh Konsorsium Pusat Bahasa Seluruh PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab dan kesiapan mahasiswa menghadapi studi lanjut di Timur Tengah, Konsorsium telah menyelaraskan standar, kurikulum, dan mekanisme seleksi di seluruh PTKIN, dengan IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan utama pada tahap ini.
Seleksi ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Tadribat Lughawiyah selama tiga pekan yang dipromotori secara intensif oleh Syekh Yousif Abdul Mannan. Dalam program intensif ini, para peserta didik diberikan pembinaan bahasa Arab berbasis kitab klasik Silsilah al-Natiq li Ta’limil ‘Arabiyah, yang dikenal efektif dalam membangun kemampuan fonologis, gramatikal, dan komunikatif mahasiswa secara holistik. Program ini dirancang khusus untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi standar kompetensi bahasa Arab level internasional, khususnya dalam konteks studi lanjut di Timur Tengah.

Pada hari ujian, 37 mahasiswa dari berbagai program studi di IAIN Sultan Amai Gorontalo mengikuti tes simulasi dan ujian resmi berformat Listening Audio dan Video dengan 80 sampel soal yang dirancang mengacu pada skema ujian internasional seperti TOEFL, IELTS, dan standar ujian masuk universitas di Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Soal-soal dirancang untuk menguji kemampuan pemahaman kontekstual, identifikasi nuansa budaya, dan respons terhadap percakapan akademik maupun sosial dalam berbagai aksen Arab Timur Tengah.
Hasil simulasi awal menunjukkan bahwa empat mahasiswa berhasil meraih nilai tertinggi, menunjukkan penguasaan luar biasa atas keterampilan mendengarkan dan pemahaman konten audio-visual berbahasa Arab. Mereka dianggap sebagai kandidat kuat untuk lolos ke tahap akhir seleksi.
Ujian seleksi ini merupakan kelanjutan logis dari International Class Program (ICP) yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh pada September 2025, yang fokus pada penguatan kompetensi akademik berbasis konteks global. Mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti model tes ini, karena banyak yang menyadari bahwa format seperti ini merupakan cerminan nyata dari sistem penilaian yang mereka akan hadapi di kampus-kampus Timur Tengah.

“Ujian ini bukan sekadar pengukuran kemampuan bahasa, tapi pengujian kesiapan mental dan budaya. Dalam tiga pekan terakhir, kami tidak hanya mengajarkan kata dan kalimat, tapi bagaimana memahami nafas budaya di balik bahasa. Mahasiswa yang mampu mendengar perbedaan antara aksen Hijazi dan Mesir, atau memahami konteks sosial dalam sebuah percakapan di pasar atau kampus, itulah yang benar-benar siap untuk menjadi duta ilmu di Timur Tengah. Saya bangga melihat mereka tidak lagi takut pada aksen asing — mereka mulai mendengarkan dengan hati.”
Sementara itu, Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, yang turut mengawasi validitas soal dan penilaian, menambahkan bahwa sistem penilaian menggunakan rubrik berbasis CEFR-A2 to B2 dengan penekanan pada pragmatic competence dan intercultural awareness. “Kami menilai bukan hanya kebenaran jawaban, tapi sejauh mana mahasiswa mampu menyimpulkan makna di balik intonasi, jeda, dan konteks sosial. Ini adalah kunci keberhasilan studi di Timur Tengah,” ujarnya.
Kepala Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. M. Yusuf H. S. H., M.A., menambahkan bahwa:
“Seleksi Timur Tengah ini adalah bagian strategis dari visi Pusat Bahasa untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya fasih berbahasa Arab, tetapi juga mampu beradaptasi secara budaya dan akademik di lingkungan internasional. Kami tidak ingin hanya mengirimkan mahasiswa yang ‘bisa bicara’, tapi yang ‘bisa hidup’ dan ‘bisa belajar’ di Timur Tengah. Hasil tes akhir yang akan dirilis akhir November nanti akan menjadi dasar penentuan penerimaan beasiswa dan rekomendasi ke kampus mitra di KSA, Mesir, dan UEA. Ini adalah investasi jangka panjang kami terhadap kualitas pendidikan tinggi berbasis global, sekaligus wujud komitmen IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing internasional.”
Beliau menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan sinergi Konsorsium Pusat Bahasa Seluruh PTKIN. “Konsorsium telah menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi, membangun standar kompetensi yang seragam, dan membagikan best practices dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Ujian ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antar-PTKIN dapat menghasilkan produk pendidikan yang berkualitas tinggi dan berdampak luas,” tambahnya.
Tes akhir akan dilaksanakan pada akhir November 2025 sebagai akumulasi nilai dari seluruh tahapan: Tadribat Lughawiyah, simulasi, dan ujian hari ini. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan 15 mahasiswa terbaik yang akan direkomendasikan untuk program beasiswa studi lanjut di Timur Tengah.
Dengan semangat yang membara dan hasil yang menjanjikan, Ujian Seleksi Timur Tengah 2025 telah membuka pintu baru bagi mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk meraih masa depan akademik yang lebih luas, berakar pada keunggulan bahasa dan kepekaan budaya. Sebagai bagian dari gerakan nasional Konsorsium Pusat Bahasa, kegiatan ini menandai langkah signifikan dalam membangun ekosistem pendidikan bahasa Arab yang terpadu, berstandar internasional, dan berbasis kolaborasi di seluruh PTKIN Indonesia.
